Tampilkan postingan dengan label gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunung. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Februari 2014





Tentunya anda masih asing mendengar nama Pantai Wediombo, Gunungkidul, DIY. Namanya sendiri tentu akan tenggelam dibandingkan dengan pantai parangtritis misalnya. 



Namun perlu anda ketahui bahwa pantai Wediombo memiliki sebuah panorama alam yang begitu luar biasa, dan menyimpan keindahan nan alami, ibarat seorang gadis cantik jelita dari daerah pegunungan yang belum mengenal cara berdandan sama sekali. 



Bila anda bandingkan dengan pantai pantai ternama di bali, maka akan segera berucap pantai ini jauh lebih indah dan alami. Pasir pantainya berwarna putih, halus, landai, dan pemandangan batu karang yang sangat exotis sangatlah sesuai bagi anda yang menyukai panorama pantai, disertai ombaknya juga cukup besar cocok untuk berlatih selancar. 



Disamping itu, keindahan ikan hias yang banyak terdapat di sepanjang air pantai sangatlah memukau. Sungguh sayang bila anda meleatkan kesempatan langka ini mengunjungi pantai dengan yang menawan dan eksotis ini. Mari bersantai sejenak menikmatai pemandangan sambil berpetualang di Wediombo.



Dari Kota Yogyakarta sendiri, anda masih harus menempuh waktu sekitar 3 jam. Mungkin karena hal tersebut Wediombo terlihat masih sangat perawan dan sedikit berbeda dengan pantai-pantai lainnya di Gunungkidul. Pemandangan di sini sangat indah dan alamnya pun masih sangat asri.



Menuju Pantai Wediombo dari arah Jogja:


  • Naik TransJogja jurusan Terminal Giwangan (Rp 3.000) 

  • dari Giwangan naik bus ke Terminal Wonosari (Rp 6.000)

  • dari Wonosari naik minibus jurusan Jepitu (8.000) 

  • dari pemberhentian terakhir bus jurusan Jepitu, jalan kaki sejauh 5 Km Tiket masuk masuk Pantai Wediombo adalah Rp 3.000/org.





wahw33d

Orignal From: Panorama Exotis di Pantai Wediombo Gunung Kidul DIY

Jumat, 29 November 2013

2000 tahun yang lalu, terjadi letusan dahsyat gunung Vesuvius tak jauh dari ujung selatan Italia. Konon letusan itu adalah yang pertama setelah gunung api tersebut tertidur lelap selama berabad-abad.
Gunung Vesuvius yang menurut legenda berarti “Putra Ves/Zeus” alias Hercules, terletak di kawasan Campagnia dekat Teluk Napoli, tak jauh dari kota industri dan perdagangan Pompeii yang ketika itu berpenduduk lebih dari 20 ribu jiwa. Tak jauh dari sana juga terdapat kota peristirahatan musim panas, Herculaneum, yang dipenuhi villa, pemandian ala Romawi, dan tak lupa perjudian. Di sekitarnya dapat dijumpai perkebunan anggur yang luas, juga beberapa kota kecil seperti Stabiae.
Letusan pada tahun 79 ini diawali oleh sebuah gempa besar pada tahun 62. Tetapi bangsa Romawi pada masa itu tidak menghubungkan gempa dengan aktivitas gunung berapi. Mungkin ini karena mereka, terutama di Campagnia, sudah terbiasa dengan banyaknya getaran dan goncangan bumi, kecil dan besar.
dari Wikipedia Menjelang tengah hari tanggal 24 Agustus, Vesuvius meledak, menghamburkan gumpalan abu tebal yang bisa digambarkan menyerupai jamur atau pohon cemara. Seperti digambarkan Pliny The Younger, filsuf yang sedang berada di Teluk Napoli pada saat letusan terjadi, dalam suratnya kepada Tacitus, abu terlempar jauh tinggi ke atas seperti batang, lalu melebar dan akhirnya berhamburan ke bumi. Tinggi semburan ini diduga mencapai 30 kilometer, dan selama hampir 12 jam kemudian, Pompeii seperti dilapisi abu dan kerikil vulkanis setebal beberapa sentimeter.
Penduduk Pompeii panik dan mulai mengungsi ke luar kota, menyisakan 2000 orang yang masih bertahan dalam lubang-lubang persembunyian menanti letusan gunung berakhir. Tapi selambat-lambatnya pada keesokan harinya, mereka tewas karena keracunan setelah menghirup gas dan abu vulkanis.
Korban Vesuvius, Sementara Herculaneum sementara masih terselamatkan pada fase awal karena angin bertiup dari arah Barat. Tetapi penduduk Herculaneum yang sesungguhnya terletak lebih dekat dengan Vesuvius, tak sempat lega terlalu lama. Gumpalan abu dan gas diikuti oleh letusan lava dan bebatuan menenggelamkan kota itu hingga lebih dari 20 meter. Suhu yang mencapai 400 derajat Celcius membuat benda organik seperti tubuh manusia menghangus, atau bahkan meledak.
Letusan berlangsung selama hampir 24 jam, di mana Vesuvius melepaskan 4 kilometer kubik kandungannya, terutama abu dan bebatuan. Kawasan yang menderita kerusakan paling parah adalah kawasan di selatan dan tenggara gunung itu. Jumlah keseluruhan korban yang meninggal dunia mencapai 10 ribu orang.
Pompeii dan Herculaneum ternyata tak pernah dibangun kembali oleh para -bekas- penduduknya yang selamat, hingga secara kebetulan ditemukan kembali pada abad ke-18. Tetapi Vesuvius kini masih berdiri tegak. Ia masih sempat meletus puluhan kali hingga terakhir kalinya pada tahun 1944. Walaupun tinggi puncaknya saat ini hanya 1281 meter dari permukaan laut, satu-satunya gunung berapi benua Eropa yang masih aktif ini akan selalu mengingatkan akan ganasnya alam yang dapat memusnahkan sebuah kota.
Dan kita, penduduk Indonesia, sewajarnya juga mengingat bahwa gunung-gunung berapi di sekitar kita harus selalu diwaspadai aktivitasnya. Terlebih lagi, karena Indonesia masih memegang rekor jumlah korban tewas terbanyak akibat letusan gunung berapi, yaitu letusan Gunung Tambora (Sumbawa, April 1815) yang mengambil 92 ribu jiwa.



Sumber.http://terselubung.blogspot.com/2010/08/gunung-vesuvius-si-pemusnah-peradaban.html
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!