Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Agustus 2014

5 Hal Yang Menyebabkan Hilangnya Rasa Cinta-Banyak pasangan yang sebenarnya tidak memiliki masalah besar, tetapi hubungannya berakhir dengan perpisahan. Perasaan cinta yang memudar bisa jadi penyebabnya.

Kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja, terutama bagi mereka yang sudah menjalin hubungan jangka panjang. Mencegah lebih baik daripada mengalami. Agar Anda tak terjebak didalamnya, ketahui lima hal penghilang rasa cinta, yang dilansir dari Stylecaster berikut.

1. Kebosanan

Kebosanan dapat dengan mudah dirasakan keliru atas nama kenyamanan. Hal ini membuat Anda dan pasangan makin tidak penasaran untuk saling bertemu. Anda tak lagi pusing memikirkan pakaian atau dandanan yang akan dikenakan saat akan bertemu dengannya. Entah karena merasa nyaman atau bosan. Padahal, penting untuk membangkitkan kembali perasaan deg-degan seperti saat kencan pertama.

2. Tak saling menghargai

Hubungan pada akhirnya membuat Anda dan pasangan berasumsi bahwa akan selalu ada satu sama lain, tidak peduli apa pun yang terjadi. Hal ini membuat Anda berhenti memperlakukan pasangan dengan kebaikan dan rasa hormat karena Anda berpikir pasangan akan mencintai tanpa syarat. Faktanya, tidak ada cinta tanpa syarat bagi pasangan romantis. Perasaan cinta bisa hilang seiiring dengan kebiasaan tidak menghargai satu sama lain.

3. Romantisme memudar

Mungkin dia berhenti mencium kening di pagi hari atau memberikan pesan cinta. Terdengar sepele tetapi bisa berdampak serius pada hubungan. Penting untuk selalu menunjukkan perasaan cinta, bukan hanya melalui kata-kata tetapi hal kecil, setiap hari.

4. Berhenti berkomunikasi

Saat Anda dan pasangan mulai berhenti berkomunikasi, saat itu juga hubungan berada di jurang kehancuran. Terutama, jika Anda dan dia mengalami masalah dan diam saja. Jadi pastikan, jika Anda merasa ada yang mengganjal di hati, pasangan mengetahuinya. Ini merupakan pencegahan efektif agar hubungan bisa bertahan.

5. Perubahan
Seseorang memang bisa sangat berubah. Pemicunya bisa karena peristiwa besar, atau karena salah satu dari pasangan telah matang dan menjadi orang yang sangat berbeda dibandingkan ketika pertama kali bertemu. Penting untuk menyadari bahwa tiap orang tumbuh dan berubah. Terkadang dalam hubungan, perubahan ini sulit dimbangi satu sama lain.

 Baca juga:
  •  5 Keuntungan Dari Putus Cinta
  • Ciri-ciri Cinta Sejati
Sumber: vivanews.com

Kamis, 13 Februari 2014


Jatuh cinta berjuta rasanya... Biar siang biar malam terbayang wajahnya

Jatuh cinta berjuta indahnya...Biar hitam biar putih manislah nampaknya

Kalau jatuh cinta, dunia memang terasa milik berdua. Apapun yang Anda rasakan pasti menyenangkan dan mampu membuat senyum terus mengembang. Tapi, apa iya, jatuh cinta selalu membuat dunia ini penuh dengan bunga-bunga? Ups, jangan salah loh. Anda harus tetap memijakan kaki di dunia yang penuh realita ini. Jangan terhanyut dengan mimpi-mimpi. So, waspadailah beberapa mitos yang bisa meyesatkan saat Anda jatuh cinta.

Belahan Jiwa
Katanya, setiap orang memiliki belahan jiwa. Apa iya? Mungkin saja sih hal ini benar. Tapi, bagaimana jika belahan jiwa Anda adalah seoarang kakek kakek yang memiliki 10 cucu, tidak mempunyai pengtinjauanan dan suka mendengkur? Owalah…. Yang pasti, belahan jiwa ada ditangan Anda sendiri. Pasalnya Anda berhak memilih pasangan hidup yang ideal. Meskipun bukan perkara mudah, tapi Anda memang harus melakukan usaha yang ekstra. Apalagi jika mengingat dua kepala manusia acap kali berbeda, untuk itu, Anda harus berusaha mengatasi ketidak cocokan dengan si dia.

Cukup dengan Cinta
Saat memilih pasangan, orang tua sering bilang, “Perhatikan dulu, bibit, bebet dan bobotnya. Memangnya dengan cinta sudah cukup?”. Kalimat dari orang tua itu ternyata benar. Untuk membina suatu hubungan, terutama pernikahan, cinta tidaklah cukup. Maklum, seiring berjalannya waktu, cinta bisa memudar juga. Untuk itu, pondasi yang lainnya juga harus ada diantara Anda dan si dia. Adalah satu agama, kesamaan intelektual, saling tenggang rasa, saling menghargai, serta rasa humor dapat dijadikan landasan sebuah hubungan.

Bahagia Selamanya
Manusia mana sih yang tidak ingin bahagia? Sayangnya, sepanjang sejarah, rasanya tidak ada manusia yang bisa hidup bahagia selamanya. Satu dua kali, pasti kerikil tajam yang mampu menghambat pasti akan ditemui. Jadi jangan percaya deh akan mitos yang satu ini. terutama, bagi Anda yang masih pengantin baru. Ingat, bahagia atau tidaknya semua tergantung Anda sendiri.

Tak Perlu Kata Maaf
Banyak orang yang salah kaprah dengan menganggap kata maaf sudah tidak perlu diucapkan pada kekasihnya karena dia akan mengerti dengan sendirinya. Hey! Jangan sekali-kali Anda memanfaatkan kebaikan si dia dengan melakukan sesuatu seenaknya hingga mampu menyakitinya, bahkan Anda enggan mengucapkan kata maaf. Wah, jika Anda sudah tidak bisa menghargainya lagi, jangan heran dan kaget jika si dia berpaling pada wanita yang mau menghargainya.

Suatu Dia Akan Berubah
Banyak hal sifat dan tindakan si dia yang tidak sesuai dengan hati Anda. Namun, karena cinta Anda pun memahaminya, bahkan berharap suatu saat ia akan berubah. Wah, jika Anda mempercayai mitos ini, sebaiknya segera lupakan saja. Sekeras apapun Anda berusaha merubah dan menasehatinya, keadaan tetap saja akan sama. Kenapa? Pasalnya merubah sifat seseorang yang sudah menjadi kebiasaannya adalah hal yang sulit. Jangan pernah menanamkan pikiran, “Seandainya saja dia mau berubah, tentu keadaan akan lebih baik,” dalam benak Anda.

Tidak Bisa Hidup Tanpanya
Jika memang sudah tidak sejalan lagi, jangan pernah berpikir untuk meneruskannya. Hentikan saja. Rasa kehilangan dan sedih lumrah jika Anda rasakan. Tapi, jika Anda terus berharapo menjalani hubungan dengan seseorang yang tidak sepaham lagi, untuk apa? Seiring berjalannya waktu, luka Anda pun akan sembuh. Ke depannya, Anda pun akan lebih hati-hati lagi. (ads)

Sumber: hanyawanita.com

Selasa, 17 Desember 2013

20 Nov 2013 
 
 Ilustrasi
Brussels -   Seorang wanita di Belgium nekat tidur di samping mayat suaminya. Hal ini dilakukan selama setahun hingga mayat suaminya menjadi mumia.

PortalLa Derniere Heure merilis foto mayat seorang lelaki yang terbungkus selendang, dengan keadaan kurus dan hanya terbungkus kulit yang mengering. Kumis putih yang panjang tampak terlihat di bahagian wajah mayat tersebut. Soket matanya cengkung dan tulang rusuknya menonjol.

La Derniere Heure melaporkan, seperti dilansir AFP, Rabu (20/11/2013), wanita yang tidak disebutkan namanya itu, tinggal sejak lama dengan suaminya di sebuah rumah sewaan di Daerah Anderlecht, Brussels, Belgium. Diperkirakan   suaminya meninggal dunia tahun lalu, pada usia 73 tahun.

Menurut pemeriksan kesihatan,  suaminya meninggal akibat penyebab alami. Namun entah mengapa, sang istri tidak menguburkan suaminya.

Hal ini terbongkar ketika pemilik rumah datang berkunjung untuk menagih sewa rumah yang tidak pernah dibayar sejak November 2012. Si pemilik rumah bahkan berniat menggusur wanita tersebut, sebelum akhirnya mendapat penemuan mengerikan di dalam rumah tersebut.

"Saya pernah melihat orang mati sebelumnya... tapi tidak pernah dalam kondisi seperti ini," tutur si pemilik rumah kepada Le Derniere Heure.

"Wanita itu tidur di samping mayat suaminya," imbuhnya.

Para tetangga wanita tersebut mengakui memang sering mencium bau busuk dari rumah tersebut. Menurut mereka, si wanita berusia 69 tahun tersebut jarang keluar rumah. Ketika ditanya soal suaminya, wanita tersebut mengaku suaminya sedang pergi berubat. Tapi tidak disebut ke mana.

Atas penemuan mayat ini, pendakwa wilayah Brussels menyatakan pihaknya sedang berusaha menyiasat kes ini lebih lanjut.

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!