Tampilkan postingan dengan label 7. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 7. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Februari 2014

Ketika benua berevolusi, ketika daratan hilang akibat naiknya permukaan air laut, peradaban manusia masa lalu pun ikut terkubur. Banyak yang masih menjadi misteri, seperti misalnya Atlantis. Hanya legenda atau benar-benar nyata? Keberadaanya terus dicari berdasarkan kisah filsuf Pluto 2500 tahun lalu.

Kita lupakan sejenak masalah Atlantis, karena masih banyak penemuan-penemuan lain di dasar samudera yang juga menyimpan misteri. Lihatlah 7 tempat dalam daftar di bawah ini.


 
1. Kota bawah laut Kuba
Struktur seperti kota di bawah laut pada gambar di atas tertangkap sonar secara tak sengaja oleh sebuah perusahaan yang sedang melakukan survei pemetaan dasar laut. Temuan pada tahun 2001 di lepas pantai Kuba ini sempat menimbulkan berbagai spekulasi, bahwa inilah Atlantis yang hilang.

Sementara ada juga yang mengaitkan dengan legenda Maya dan Yucatecos, bahwa inilah pulau di jaman kuno yang dihuni nenek moyang mereka sebelum akhirnya lenyap ke dalam laut. Tak ada yang bisa mendukung semua teori tersebut, penelitian masih terus dilakukan di area seluas 200 hektar dan pada kedalaman antara 2.000 dan 2.460 kaki (± 700 m) ini.

 

2. Batu Melingkar di Laut Galilea
Pada tahun 2003, para ilmuwan terkejut menemukan struktur batu melingkar yang besar di kedalaman 30 kaki (9 m) di Laut Galilea. Struktur ini terdiri dari batu basal, ditumpuk dalam bentuk kerucut. Besarnya kira-kira dua kali ukuran Stonehenge di Inggris.

Dalam temuan mereka yang baru saja diterbitkan, arkeolog telah mencatat bahwa bentuk ini juga ditemukan pada pemakaman kuno di seluruh dunia. Namun, ukuran di dasar Laut Galilea ini sangat besar. Penelitian masih terus dilanjutkan guna mengungkap misteri ini.

 

3. Lingkaran Aneh di Florida 
Seperti halnya penemuan di Laut Galilea, lingkaran-lingkaran aneh juga bertinjauan ditangkap oleh citra satelit Google di lepas pantai Florida, North Carolina. Dalam gambar terlihat banyaknya lingkaran di dasar laut tersebut.  Arkeolog masih berspekulasi bentuk lingkaran ini merupakan tipe penguburan kuno dan berasal dari sekitar tahun 8000 SM.



 
4. Struktur batu di Ontario
Di tahun 2005 para penyelam menemukan struktur batu yang unik. Letaknya di kedalaman 40 kaki (12 m) laut Ontario, Kanada. Bentuknya seperti tempurung kura-kura, memanjang dengan permukaan hampir sepenuhnya bertumpu pada batu-batu kecil seukuran bola bisbol. Beratnya diperkirakan 453 kg.

Awalnya mereka menganggap hanya proses ilmiah ciptaan alam, hingga akhirnya para ahli geologi dan arekologi melihat tinjauan foto. Mereka meyakini bahwa struktur batu itu buatan manusia. Bagaimanapun, fungsi dan alasan berada di kedalaman tersebut masih jadi misteri.



 
5. Stonehenge di Danau Michigan
Menyebut Stonehenge pasti langsung terbayang monumen batu bersejarah di Inggris. Padahal, bentuk serupa juga ditemukan di berbagai belahan dunia. Pada tahun 2007 saat peneliti melakukan pemindaian dengan sonar di Danau Michigan, mereka menemukan serangkaian batu sejajar dalam lingkaran 40 kaki (12 m) di bawah permukaan. Salah satu batu juga tampaknya memiliki ukiran mastodon, sebuah hewan yang telah punah selama 10, 000 tahun.



6. Monumen Yonaguni Jepang
Sampai sekarang sebenarnya keberadaan monumen Yonaguni ini masih terus diperdebatkan. Pasalnya, sejak ditemukan tahun 1987 silam mash jadi pertanyaan apakah struktur batu-batuan ini dibuat oleh alam atau campur tangan manusia. Kalau misalnya benar dibuat oleh manusia, kemungkinan berasal dari zaman es terakhir atau sekitar 10.000 SM.


  
7. Kota hilang Arab
Seberapa maju sebenarnya peradaban di jazirah Arab, Timur Tengah ribuan tahun sebelum Masehi? Selama ini kita selalu dihadapkan pada kisah jahiliyah, kaum yang suka membunuh dan akrab dengan kekerasan. Bisa jadi, dengan temuan di Teluk Khambat di tahun 2001 membuka tabir masa silam.

Penemuan kota yang hilang ini dibuat dengan bantuan sonar, dan digambarkan sebagai tempat tinggal lengkap dengan sistem drainase, ruang mandi, lumbung dan benteng seperti dari masa pra-peradaban Lembah Indus. Selama investigasi tindak lanjut, daerah itu dikeruk dan beberapa artefak lainnya ditemukan, seperti misalnya peralatan kayu (tertanggal ± 7.000 SM), tulang fosil, tembikar dan lainnya. Sampai saat ini penelitian masih terus dilanjutkan.
 
 
sumber

Selasa, 26 November 2013




Di Jakarta yang penuh dengan kendaraan bermotor roda dua, roda tiga dan roda empat adalah neraka bagi pejalan kaki. Tak jarang kendaraan itu mencari jalan pintas untuk menembus kemacetan seperti naik ke trotoar yang membuat pejalan kaki harus beradu otot. Namun Anda mungkin tak akan menemukan hal seperti itu di 7 kota ini.



7 Kota Paling Ramah Bagi Pejalan Kaki


1.Florence, ITALIA
Florence, Italia


Kota ini dinilai sebagai salah satu kota yang paling ramah bagi pejalan kaki karena kendaraan bermotor relatif tidak ada. Maklum, di Florence banyak situs warisan dunia yang ditetapkan UNESCO dan harus dilindungi, sehingga banyak lokasi tidak boleh dilalui oleh kendaraan bermotor.

Dengan bangunan-bangunan bergaya Rennaisance, di antara jalanan-jalanan sempit beralaskan bebatuan besar, lapangan terbuka yang lebar dan jembatan-jembatan tua yang membentang di atas Sungai Arno menyuguhkan pemandangan bak nirwana bagi para pejalan kaki. Apalagi, tidak menghirup asap knalpot kendaraan bermotor.



2.Venesia, ITALIA
2.Venesia, ITALIA


Venesia dikenal sebagai kota terapung karena di kota ini transportasi utama menggunakan perahu gondola yang menyusuri kanal-kanal. Sama sekali tak ada kendaraan bermotor di sini. Karena itu Venesia juga menjadi kota ekstrem yang ramah pejalan kaki.

Warga kota ini sudah mempertahankan kondisinya selama berabad-abad tahun lalu, bepergian dengan kapal dan berjalan kaki. Dengan berjalan kaki, Anda bisa menjangkau lapangan (piazza) yang tersembunyi, juga mungkin menemukan toko dan restoran yahud namun belum terlalu dikenal.



3.New York, USA
3.New York, USA


Memang, kota dengan julukan Big Apple ini merupakan salah satu kota tersibuk di dunia karena menjadi detak jantung bisnis dan finansial AS. Namun ternyata New York City (NYC) masih enak bila dijelajahi dengan berjalan kaki.
Ukuran trotoar yang lebar, jaringan transportasi massal seperti kereta bawah tanah alias subway cukup memadai. Coba saja berjalan-jalan di Times Square yang dipenuhi panggung teater Broadway dan butik-butik mahal. Semua itu bisa dijangkau dengan berjalan kaki.





4.Paris, France
4.Paris, France


5.Barcelona, Spain
5.Barcelona, Spain




6.Hong kong
6.Hong kong




7.Melbourne, Australia
7.Melbourne, Australia


Kota kedua terpadat di Australia setelah Sydney ini merupakan surga bagi pejalan kaki. Jaringan angkutan umum mulai dari trem, kereta dan bus. Belum lagi jaringan trotoar untuk pejalan kaki dan jaringan jalur sepeda. Tak perlu khawatir akan berbagi atau berserempetan dengan kendaraan bermotor.

Sepertinya berbeda jauh banget dgn di Jakarta, tak jarang kendaraan itu mencari jalan pintas untuk menembus kemacetan seperti naik ke trotoar yang membuat pejalan kaki harus beradu otot.



sumber

Tag : 7 Kota Paling Ramah Bagi Pejalan Kaki
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!